Sabtu, 22 Juni 2013

Mengabaikkan dan Diabaikkan



Mengabaikkan dan diabaikkan adalah 2 hal yg sangat dekat namun beda, Berdasar pengalaman dulu diabaikkan itu menyakitkan dan pasti sedikit terselip dendam kalau diabaikkan. Mengabaikkan mungkin awalnya tidak memiliki niatan untuk tidak mengabaikkan karena mungkin tidak disadari tindakan yang dilakukan itu mengabaikkan kepentingan atau hal lain yang sangat penting, ketika kita menyadari kita telah mengabaikkan dan mendapatkan konsekuensi kita baru merasakan bagaimana pentingnya kepercayaan yang telah diberikan dan kita baru berfikir bahwa itu salah untuk mengabaikkan “Ahhhhhhh nyesel” biasa manusia nyesel dibelakang. Tapi hal ini telah mengajarkan kita terutama saya -_- untuk merasakan bagaimana pernah diabaikkan dan sekarang mengabaikkan. Bodohnya pengalaman diabaikkan tidak membuat saya untuk menjauhi ‘mengabaikkan’.

Dan yang saya rasakan sekarang setelah mengabaikkan, saya sekaligus merasakan diabaikkan.................. AAARrrrrgggghh

Yang dapat diambil
Negatifnya : Jangan ditiru boleh ditiru tapi habis itu dibuat pembelajaran
Positifnya : merasakan kedua hal diabaikkan dan mengabaikkan menjadikan saya untuk koreksi diri dan yakin bisa lebih baik untuk orang sekitar maupun orang terdekat :-)

Puisi

Melalui hari - hari
mematangkan keyakinan,

Berharap takdir
tertulis dalam
akhir yang indah....

Sebab ini bukan lagi
kisah remaja pada

CINTA PERTAMA....

(ER,13)

Kamis, 20 Juni 2013

Tak Lagi Sama

Cerita ini tak lagi samaMeski hatimu selalu di siniMengertilah bahwa ku tak berubah Lihat aku dari sisi yang lain
 
Bersandar padaku, rasakan hatikuBersandar padaku
Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu tuk memelukkuKau melengkapiku, kau sempurnakan aku
Waktu yang telah kita laluiBuatmu jadi lebih berartiLuluhkan kerasnya dinding hatiEngkaulah satu yang aku cari
 
Bersandar padaku, rasakan hatikuBersandar padaku ooh
Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu tuk memelukkuKau melengkapiku, kau sempurnakan akuDan diriku bukanlah aku tanpa kamu menemanikuKau menenangkanku, kau melegakan aku
Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu tuk memelukkuKau melengkapiku, kau sempurnakan aku Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu menemanikuKau menenangkanku, kau melegakan aku



 

Selasa, 28 Mei 2013

Mantenan temen 26-05-2013

Menghadiri pesta pernikahan untuk yang pertama kalinya dari temen SD
Tempat paling strategis dan panas :-D

Redrian

Adi

Sorri foto manten cuma 1 :-D

Mungkin mereka nanti berjodoh :-D

  
Anis &*%^&%#^%#
Sekian share foto foto dari manten temen :-D

Selain Cinta, Wajib Tahu 5 Hal Ini Sebelum Menikah

Selain menjawab pertanyaan penting seputar mengapa dia orang yang kamu pilih, apakah benar dia pasangan yang kamu harapkan, merefleksi kembali kelebihan dan kekurangannya, termasuk kesiapan berhadapan dengan perbedaan prinsip dan cara pandang, ada hal penting yang wajib dipersiapkan: mental, kesehatan, keuangan, investasi, termasuk masa depan pekerjaanmu.

Sudahkah siap secara mental?

Kesiapan mental. Ketika memutuskan menikah, artinya kamu harus siap menerima pasangan, hidup bersama pasangan dalam satu atap, juga menjalin relasi baik dengannya. Yang kamu perlukan di sini adalah kematangan psikologis agar lebih mudah menjalin komunikasi, menerima keadaan, dan lebih dewasa mengelola konflik atau masalah, ungkap psikolog Lisnawati dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Aktivis perempuan dan anak, Rabiah Al Adawiyah, juga  mengatakan tak cuma legal secara agama atau negara, pernikahan harus dilaksanakan dengan persiapan matang, baik kesiapan fisik, mental, maupun perekonomian yang memadai. “Jangan hanya ikut tren dan asal halal, perlu dipikirkan persiapannya,” ungkapnya.
Kesiapan lain adalah soal menerima anggota keluarga baru yang juga harus diperhatikan. Bagian ini cukup sulit, tapi tak ada pilihan selain belajar menyayangi keluarga pasanganmu sama seperti menyayangi keluarga sendiri. Ingat, perlakuan berbeda sangat mungkin menimbulkan kecemburuan, jadi bersikaplah adil. Tak berhenti di sana, memutuskan menikah, kamu pun harus fokus membangun keluarga kecil, yang artinya mengurangi waktu dan perhatian di luar permasalahan rumah tangga, seperti pekerjaan, teman-teman, bahkan hobi. Saatnya bertanggung jawab pada keputusan besar yang sudah kamu pilih, dan lagi-lagi, butuh mental yang kuat di masa awal penyesuaian status barumu nanti.

Penting: premarital medical check up!

Hal ini penting, tapi kerap disepelekan. Menjelang pernikahan, sangat perlu memeriksakan kesehatanmu dan pasangan, termasuk mengecek kesuburan masing-masing plus melakukan imunisasi. Yang paling umum dilakukan adalah pemeriksaan TORCH: Toxoplasmosis, Other (syphilis), Rubella, Cytomegalovirus (CMV), dan Herpes simplex virus (HSV). Sebagian orang menganggap bagian ini tak penting, padahal sikap saling terbuka masalah kesehatan masing-masing, menurut dr. Frizar Irmansyah dari RS Pusat Pertamina, sangatlah dibutuhkan. Fungsinya, antara lain, mencegah penularan penyakit, mendeteksi kelainan bawaan, sampai mengecek kebugaran masing-masing.
Tes kesehatan sebenarnya bisa dilakukan kapan pun, tapi yang membedakan dengan tes pra-menikah adalah hasilnya yang berpengaruh juga pada pasangan, dan calon anak. “Hal ini pada akhirnya juga menjadi pembuktian cinta, masih mau menerima atau tidak setelah mengetahui kondisi kesehatan pasangan,” jelas dr. Frizar.
Bekal finansial masih menjadi kebutuhan utama
Masalah keuangan dan harta memang paling sensitif. Namun, siap berumah tangga, siap pula mengorek-korek bagian yang satu ini. Seorang teman mengaku sempat mengalami kebingungan saat akan memutuskan membeli rumah atau mobil lebih dulu ketika akan menikah. “Kalau membeli rumah dulu kami bingung bagaimana dengan transportasi ke kantor. Padahal, dengan uang yang kami punya hanya mampu membeli rumah di pinggir Jakarta. Nah, kalau membeli kendaraan dulu, kami tak punya tempat tinggal,” ungkapnya. Teman lain memimpikan bisa mandiri dalam hal segalanya, tak cuma finansial. “Di mana-mana pasangan menikah maunya memiliki rumah sendiri, pisah dari orangtua. Itu juga yang menjadi mimpiku saat ini,” jelasnya.
Menikah tak semudah meresmikan hubungan di mata agama maupun hukum. Hidup bersama memiliki persoalan yang jauh lebih rumit dari hal itu, karena banyak yang mesti direncanakan dengan matang. Perencana keuangan Felicia Imansyah dari Taatadana Consulting menegaskan, masa awal pernikahan merupakan masa penting pembangunan pondasi keuangan keluarga untuk masa mendatang datang karena makin lama kebutuhan keluarga akan semakin kompleks dengan bertambahnya anak, usia, dan kebutuhan hidup. Untuk itu, berusahalah untuk bisa menghidupi diri sendiri, baru memutuskan berumah tangga dan berbagi rezeki bersama, agar bisa lebih bijak dalam mengelola keuangan dan kebutuhan. Mengerti bagaimana perjuangan mendapatkan rezeki, mengerti pula cara memanfaatkannya dengan baik. Masalah fasilitas apa yang akan lebih dulu dimiliki, semua kembali pada kebutuhan masing-masing. Segala keputusan lebih baik dibicarakan bersama pasangan, dan yang terpenting, sesuai anggaran yang ada.

Membuat tabungan masa depan

Perencana keuangan dari Prime Planner, Muhamad Ichsan, mengusulkan tiap pasangan menyisihkan uang sebagai bekal di masa tua, memenuhi kebutuhan jangka panjang maupun kebutuhan tak terduga yang membutuhkan dana tak sedikit. “Kita juga harus mulai memikirkan tabungan untuk masa depan. Tak cuma untuk aku dan suami dan dana cadangan yang bisa dipakai sewaktu-waktu, tapi juga dana untuk calon anak kami,” ujar seorang teman lain yang kini tengah mengandung anak pertamanya. Dana untuk sang anak pun tak main-main, dia dan sang suami sudah menyiapkan asuransi dan investasi. Nantinya, dana tersebutlah yang bisa dipakai untuk biaya persalinan sampai pendidikan. “Aku juga menyiapkan dana untuk kedua anakku dalam bentuk investasi emas. Berjaga-jaga kalau suatu saat kami kurang beruntung, tak bisa membiayai hidup, mereka sudah punya dana yang menjamin kesejahteraan mereka,” jelas teman lain yang sudah 4 tahun menikah dan memiliki 2 orang anak.

Nasib karier setelah status baru disandang.

Banyak kasus, perempuan meninggalkan pekerjaannya setelah menikah, atau setelah melahirkan anak pertama. Ini dilakukan untuk memprioritaskan keluarga ketimbang pekerjaan. Tak sedikit pula yang tetap berkomitmen meneruskan karier dan mencari nafkah untuk membantu suami. Yang harus diingat, yang utama tetaplah keluarga, karena jabatan dan pendapatan menjadi tak berarti kalau kehidupan rumah tangga berantakan? Psikolog Adriana S. Ginandjar membenarkan betapa sulitnya perempuan menjalankan peran multifungsi sebagai ibu rumah tangga, istri, anggota masyarakat, sekaligus perempuan karier dengan sukses, “Maksimal semua peran itu bisa dilakukan secara seimbang,” pesannya. Ya, dilakukan dengan seimbang dan tetap pada satu tujuan, demi kesejahteraan keluarga. Kalau kemudian karier tak bisa menjamin keluarga utuh, sudah tahu kan, mana yang mesti dikorbankan?
Sebagai intermeso, sudah membaca novel Oksimoron-nya Isman H. Suryaman? Bicara tentang pernikahan, novel ini pas untuk dibaca. Menceritakan kehidupan pernikahan Alan dan Rine, berbagai realitas bertebaran di dalamnya. Kebahagiaan hampir tak datang sesering ketika awal mereka memutuskan berkomitmen karena pasangan suami-istri harus berjuang menghadapi bermacam hal yang bertolak belakang, mulai dari orangtua, mertua, tetangga, kerukunan, keharmonisan rumah tangga, kehamilan, sampai kehadiran orang ketiga. Bahwa, pernikahan bukanlah cerita dongeng dengan akhir yang pasti membahagiakan, melainkan cerita drama yang akhir kisahnya, tergantung bagaimana kamu dan pasanganmu menjalaninya.
Pernikahan bukanlah akhir dari kisah cinta, melainkan awal dimulainya petualangan pasangan yang saling mencintai dan berkomitmen sebeban-sepenanggungan, sehidup-semati. Dan ini bukanlah sebuah petualangan yang mudah. Untuk bisa melaluinya, perlu pondasi yang kokoh. 5 bekal utama yang kamu butuhkan sudah kami bagikan, sekarang saatnya bersiap melangkah ke status baru yang penuh dengan persoalan baru tapi menyenangkan karena dilewati bareng si belahan jiwa.


Dari : http://id.she.yahoo.com/selain-cinta-wajib-tahu-5-hal-ini-sebelum-085451204.html

Kamis, 02 Mei 2013

WANITA TIDAK TAHU 3 HAL INI DARI PRIA

Agar sesuatu hubungan itu berjalan lancar, sebaiknya wanita dan pria saling memahami satu sama lain..
Sayangnya, tetap ada tiga hal yang tidak diketahui wanita dari pria..
1: PRIA ITU SEDERHANA..
Tidak seperti wanita yang kompleks, pria itu sederhana, Apa yang mereka rasakan, itulah yang diungkapkan..
Pria juga mudah ditebak tidak bertele-tele jika ingin menyampaikan sesuatu..
Sayangnya banyak wanita kurang sadar akan hal ini dan menganggap pria membingungkan..

2: PRIA ITU CUEK..
Pria cukup payah dalam memberikan perhatian..
Kebanyakan dari mereka sangat cuek dan tidak tahu harus berbuat apa untuk menyenangkan pasangannya..
Meskipun begitu, cuek bukan berarti tidak sayang..
Jadi jangan buru-buru menuduh pria tidak menyukai Anda hanya karena dia punya watak yang sangat cuek..

3: PRIA TAK BISA MEMBACA PIKIRAN..
Kebiasaan wanita yang punya masalah dengan pasangannya adalah diam saja..
Mereka berharap agar pria paham dengan sendirinya atas kesalahan yang dilakukan..
Padahal semua pria pasti tidak bisa membaca pikiran,Jadi percuma saja jika wanita diam, masalah pasti tidak akan terselesaikan..
Beberapa wanita mungkin tahu tentang ketiga hal tersebut tentang pria, namun pura-pura tidak menyadarinya..

Sabtu, 06 April 2013

32 Dosa Suami Kepada Istri Dan 26 Dosa Istri Kepada Suami

26 Dosa Istri Kepada Suami:

1. berlebihan dan menuntut kesempurnaan
2. kurang memperhatikan orang tua suami
3. kurang mempercantikkan diri di hadapan suami
4. banyak berkeluh kesah dan kurang bersyukur
5. mengungkit ungkit kebaikan kepada suami
6. menyebarkan masalah rumahtangga kepada orang lain
7. kurang memperhatikan posisi dan status sosial suami
8. kurang membantu suami dalam kebajikan dan ketakwaan
9. membebani suami dengan banyak tuntutan
10. membuat suami risau dengan banyak menjalin hubungan
11. bersikap nusyuz terhadap suami
12. menolak ajakan suami berhubungan badan
13. lalai dalam melayani suami
14. memasukkan orang yang tidak diizinkan suami de dalam rumahnya
15. keluar dari rumah tanpa izin suami
16. menaati suami dalam kemaksiatan kepada Allah swt
17. cemburu berlebihan terhadap suami
18. buruknya perilaku isteri bila suami berpoligami
19. lalai dalam mendidik anak-anak
20. kurang perhatian terhadap keadaan dan perasaan suami
21. menyebarluaskan rahasia tempat tidur
22. isteri mendeskripsikan seorang perempuan kepada suami
23. menggugat kepimpinan suami
24. isteri yang ikhtilah dan tabarruj di hadapan kaum laki-laki
25. kurang setia terhadap suami
26. kurangnya ketakwaan kepada Allah setelah berpisah dari suami

Dosa suami kepada Istri

1. Lalai Berbakti kepada orang tua setelah menikah
2. Kurang serius dalam mengharmonisasikan antara istri dan orang tua
3. Ragu dan buruk sangka kepada istri
4. Kurang memiliki sikap cemburu terhadap istri
5. Meremehkan kedudukan istri
6. Melepaskan kendali kepemimpinan dan menyerahkannya kepada istri
7. Memakan Harta istri secara batil
8. Kurang semangat dalam mengajari istri ajaran-ajaran agamanya
9. Bersikap pelit terhadap istri
10. Datang secara tiba-tiba setelah lama pergi
11. Banyak mencela dan mengkritik istri
12. Kurang berterima kasih dan memotivasi istri
13. Banyak bersengketa dengan istri
14. Lama memutus hubungan dan meninggalkan istri tanpa sebab yang jelas
15. Sering berada di luar rumah dan jarang bercengkrama dengan keluarga
16. Interaksi yang buruk dengan istri
17. Tidak menganggap penting berdandan untuk istri
18. Kurang perhatian terhadap Doa yang dituntun ketika menggauli istri
19. Kurang memperhatikan Etika, Hikmah dan Hukum hubungan badan
20. Menyebarkan rahasia ranjang
21. Tidak mengetahui kondisi biologis perempuan
22. Menggauli istri ketika haid
23. Menggauli istri pada duburnya
24. Memukul istri tanpa alasan
25, Kesalahan tujuan poligami
26. Tidak bersikap Adil antara beberapa istri
27. Terburu-buru dalam urusan Talak
28. Tidak mau mentalak, padahal sudah tdk mungkin ada perbaikan dan kecocokan
29. Mencela istri setelah berpisah dengannya
30. Menelantarkan anak-anak setelah mentalak istri
31. Kurang setia terhadap istri
32. Kurang puas dan selalu melirik perempuan lain
 


By : Hisab Pati ,