Melalui hari - hari
mematangkan keyakinan,
Berharap takdir
tertulis dalam
akhir yang indah....
Sebab ini bukan lagi
kisah remaja pada
CINTA PERTAMA....
(ER,13)
Sabtu, 22 Juni 2013
Kamis, 20 Juni 2013
Tak Lagi Sama
Cerita ini tak lagi samaMeski hatimu selalu di siniMengertilah bahwa ku tak berubah Lihat aku dari sisi yang lain
Bersandar padaku, rasakan hatikuBersandar padaku
Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu tuk memelukkuKau melengkapiku, kau sempurnakan aku
Waktu yang telah kita laluiBuatmu jadi lebih berartiLuluhkan kerasnya dinding hatiEngkaulah satu yang aku cari
Bersandar padaku, rasakan hatikuBersandar padaku ooh
Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu tuk memelukkuKau melengkapiku, kau sempurnakan akuDan diriku bukanlah aku tanpa kamu menemanikuKau menenangkanku, kau melegakan aku
Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu tuk memelukkuKau melengkapiku, kau sempurnakan aku Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu menemanikuKau menenangkanku, kau melegakan aku
Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu tuk memelukkuKau melengkapiku, kau sempurnakan akuDan diriku bukanlah aku tanpa kamu menemanikuKau menenangkanku, kau melegakan aku
Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu tuk memelukkuKau melengkapiku, kau sempurnakan aku Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu menemanikuKau menenangkanku, kau melegakan aku
Selasa, 28 Mei 2013
Mantenan temen 26-05-2013
Selain Cinta, Wajib Tahu 5 Hal Ini Sebelum Menikah
Selain menjawab pertanyaan penting seputar mengapa dia orang yang
kamu pilih, apakah benar dia pasangan yang kamu harapkan, merefleksi
kembali kelebihan dan kekurangannya, termasuk kesiapan berhadapan dengan
perbedaan prinsip dan cara pandang, ada hal penting yang wajib
dipersiapkan: mental, kesehatan, keuangan, investasi, termasuk masa
depan pekerjaanmu.
Sudahkah siap secara mental?
Kesiapan
mental. Ketika memutuskan menikah, artinya kamu harus siap menerima
pasangan, hidup bersama pasangan dalam satu atap, juga menjalin relasi
baik dengannya. Yang kamu perlukan di sini adalah kematangan psikologis
agar lebih mudah menjalin komunikasi, menerima keadaan, dan lebih dewasa
mengelola konflik atau masalah, ungkap psikolog Lisnawati dari
Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Aktivis perempuan dan anak,
Rabiah Al Adawiyah, juga mengatakan tak cuma legal secara agama atau
negara, pernikahan harus dilaksanakan dengan persiapan matang, baik
kesiapan fisik, mental, maupun perekonomian yang memadai. “Jangan hanya
ikut tren dan asal halal, perlu dipikirkan persiapannya,” ungkapnya.
Kesiapan
lain adalah soal menerima anggota keluarga baru yang juga harus
diperhatikan. Bagian ini cukup sulit, tapi tak ada pilihan selain
belajar menyayangi keluarga pasanganmu sama seperti menyayangi keluarga
sendiri. Ingat, perlakuan berbeda sangat mungkin menimbulkan
kecemburuan, jadi bersikaplah adil. Tak berhenti di sana, memutuskan
menikah, kamu pun harus fokus membangun keluarga kecil, yang artinya
mengurangi waktu dan perhatian di luar permasalahan rumah tangga,
seperti pekerjaan, teman-teman, bahkan hobi. Saatnya bertanggung jawab
pada keputusan besar yang sudah kamu pilih, dan lagi-lagi, butuh mental
yang kuat di masa awal penyesuaian status barumu nanti.
Penting: premarital medical check up!
Hal
ini penting, tapi kerap disepelekan. Menjelang pernikahan, sangat perlu
memeriksakan kesehatanmu dan pasangan, termasuk mengecek kesuburan
masing-masing plus melakukan imunisasi. Yang paling umum dilakukan
adalah pemeriksaan TORCH: Toxoplasmosis, Other (syphilis), Rubella,
Cytomegalovirus (CMV), dan Herpes simplex virus (HSV). Sebagian orang
menganggap bagian ini tak penting, padahal sikap saling terbuka masalah
kesehatan masing-masing, menurut dr. Frizar Irmansyah dari RS Pusat
Pertamina, sangatlah dibutuhkan. Fungsinya, antara lain, mencegah
penularan penyakit, mendeteksi kelainan bawaan, sampai mengecek
kebugaran masing-masing.
Tes kesehatan sebenarnya bisa dilakukan
kapan pun, tapi yang membedakan dengan tes pra-menikah adalah hasilnya
yang berpengaruh juga pada pasangan, dan calon anak. “Hal ini pada
akhirnya juga menjadi pembuktian cinta, masih mau menerima atau tidak
setelah mengetahui kondisi kesehatan pasangan,” jelas dr. Frizar.
Bekal finansial masih menjadi kebutuhan utama
Masalah
keuangan dan harta memang paling sensitif. Namun, siap berumah tangga,
siap pula mengorek-korek bagian yang satu ini. Seorang teman mengaku
sempat mengalami kebingungan saat akan memutuskan membeli rumah atau
mobil lebih dulu ketika akan menikah. “Kalau membeli rumah dulu kami
bingung bagaimana dengan transportasi ke kantor. Padahal, dengan uang
yang kami punya hanya mampu membeli rumah di pinggir Jakarta. Nah, kalau
membeli kendaraan dulu, kami tak punya tempat tinggal,” ungkapnya.
Teman lain memimpikan bisa mandiri dalam hal segalanya, tak cuma
finansial. “Di mana-mana pasangan menikah maunya memiliki rumah sendiri,
pisah dari orangtua. Itu juga yang menjadi mimpiku saat ini,” jelasnya.
Menikah
tak semudah meresmikan hubungan di mata agama maupun hukum. Hidup
bersama memiliki persoalan yang jauh lebih rumit dari hal itu, karena
banyak yang mesti direncanakan dengan matang. Perencana keuangan Felicia
Imansyah dari Taatadana Consulting menegaskan, masa awal pernikahan
merupakan masa penting pembangunan pondasi keuangan keluarga untuk masa
mendatang datang karena makin lama kebutuhan keluarga akan semakin
kompleks dengan bertambahnya anak, usia, dan kebutuhan hidup. Untuk itu,
berusahalah untuk bisa menghidupi diri sendiri, baru memutuskan berumah
tangga dan berbagi rezeki bersama, agar bisa lebih bijak dalam
mengelola keuangan dan kebutuhan. Mengerti bagaimana perjuangan
mendapatkan rezeki, mengerti pula cara memanfaatkannya dengan baik.
Masalah fasilitas apa yang akan lebih dulu dimiliki, semua kembali pada
kebutuhan masing-masing. Segala keputusan lebih baik dibicarakan bersama
pasangan, dan yang terpenting, sesuai anggaran yang ada.
Membuat tabungan masa depan
Perencana
keuangan dari Prime Planner, Muhamad Ichsan, mengusulkan tiap pasangan
menyisihkan uang sebagai bekal di masa tua, memenuhi kebutuhan jangka
panjang maupun kebutuhan tak terduga yang membutuhkan dana tak sedikit.
“Kita juga harus mulai memikirkan tabungan untuk masa depan. Tak cuma
untuk aku dan suami dan dana cadangan yang bisa dipakai sewaktu-waktu,
tapi juga dana untuk calon anak kami,” ujar seorang teman lain yang kini
tengah mengandung anak pertamanya. Dana untuk sang anak pun tak
main-main, dia dan sang suami sudah menyiapkan asuransi dan investasi.
Nantinya, dana tersebutlah yang bisa dipakai untuk biaya persalinan
sampai pendidikan. “Aku juga menyiapkan dana untuk kedua anakku dalam
bentuk investasi emas. Berjaga-jaga kalau suatu saat kami kurang
beruntung, tak bisa membiayai hidup, mereka sudah punya dana yang
menjamin kesejahteraan mereka,” jelas teman lain yang sudah 4 tahun
menikah dan memiliki 2 orang anak.
Nasib karier setelah status baru disandang.
Banyak
kasus, perempuan meninggalkan pekerjaannya setelah menikah, atau
setelah melahirkan anak pertama. Ini dilakukan untuk memprioritaskan
keluarga ketimbang pekerjaan. Tak sedikit pula yang tetap berkomitmen
meneruskan karier dan mencari nafkah untuk membantu suami. Yang harus
diingat, yang utama tetaplah keluarga, karena jabatan dan pendapatan
menjadi tak berarti kalau kehidupan rumah tangga berantakan? Psikolog
Adriana S. Ginandjar membenarkan betapa sulitnya perempuan menjalankan
peran multifungsi sebagai ibu rumah tangga, istri, anggota masyarakat,
sekaligus perempuan karier dengan sukses, “Maksimal semua peran itu bisa
dilakukan secara seimbang,” pesannya. Ya, dilakukan dengan seimbang dan
tetap pada satu tujuan, demi kesejahteraan keluarga. Kalau kemudian
karier tak bisa menjamin keluarga utuh, sudah tahu kan, mana yang mesti
dikorbankan?
Sebagai intermeso, sudah membaca novel Oksimoron-nya
Isman H. Suryaman? Bicara tentang pernikahan, novel ini pas untuk
dibaca. Menceritakan kehidupan pernikahan Alan dan Rine, berbagai
realitas bertebaran di dalamnya. Kebahagiaan hampir tak datang sesering
ketika awal mereka memutuskan berkomitmen karena pasangan suami-istri
harus berjuang menghadapi bermacam hal yang bertolak belakang, mulai
dari orangtua, mertua, tetangga, kerukunan, keharmonisan rumah tangga,
kehamilan, sampai kehadiran orang ketiga. Bahwa, pernikahan bukanlah
cerita dongeng dengan akhir yang pasti membahagiakan, melainkan cerita
drama yang akhir kisahnya, tergantung bagaimana kamu dan pasanganmu
menjalaninya.
Pernikahan bukanlah akhir dari kisah cinta,
melainkan awal dimulainya petualangan pasangan yang saling mencintai dan
berkomitmen sebeban-sepenanggungan, sehidup-semati. Dan ini bukanlah
sebuah petualangan yang mudah. Untuk bisa melaluinya, perlu pondasi yang
kokoh. 5 bekal utama yang kamu butuhkan sudah kami bagikan, sekarang
saatnya bersiap melangkah ke status baru yang penuh dengan persoalan
baru tapi menyenangkan karena dilewati bareng si belahan jiwa.
Dari : http://id.she.yahoo.com/selain-cinta-wajib-tahu-5-hal-ini-sebelum-085451204.html
Kamis, 02 Mei 2013
WANITA TIDAK TAHU 3 HAL INI DARI PRIA
Agar sesuatu hubungan itu berjalan lancar, sebaiknya wanita dan pria saling memahami satu sama lain..
Sayangnya, tetap ada tiga hal yang tidak diketahui wanita dari pria..
1: PRIA ITU SEDERHANA..
Tidak seperti wanita yang kompleks, pria itu sederhana, Apa yang mereka rasakan, itulah yang diungkapkan..
Pria juga mudah ditebak tidak bertele-tele jika ingin menyampaikan sesuatu..
Sayangnya banyak wanita kurang sadar akan hal ini dan menganggap pria membingungkan..
2: PRIA ITU CUEK..
Pria cukup payah dalam memberikan perhatian..
Kebanyakan dari mereka sangat cuek dan tidak tahu harus berbuat apa untuk menyenangkan pasangannya..
Meskipun begitu, cuek bukan berarti tidak sayang..
Jadi jangan buru-buru menuduh pria tidak menyukai Anda hanya karena dia punya watak yang sangat cuek..
3: PRIA TAK BISA MEMBACA PIKIRAN..
Kebiasaan wanita yang punya masalah dengan pasangannya adalah diam saja..
Mereka berharap agar pria paham dengan sendirinya atas kesalahan yang dilakukan..
Padahal semua pria pasti tidak bisa membaca pikiran,Jadi percuma saja jika wanita diam, masalah pasti tidak akan terselesaikan..
Beberapa wanita mungkin tahu tentang ketiga hal tersebut tentang pria, namun pura-pura tidak menyadarinya..
Sayangnya, tetap ada tiga hal yang tidak diketahui wanita dari pria..
1: PRIA ITU SEDERHANA..
Tidak seperti wanita yang kompleks, pria itu sederhana, Apa yang mereka rasakan, itulah yang diungkapkan..
Pria juga mudah ditebak tidak bertele-tele jika ingin menyampaikan sesuatu..
Sayangnya banyak wanita kurang sadar akan hal ini dan menganggap pria membingungkan..
2: PRIA ITU CUEK..
Pria cukup payah dalam memberikan perhatian..
Kebanyakan dari mereka sangat cuek dan tidak tahu harus berbuat apa untuk menyenangkan pasangannya..
Meskipun begitu, cuek bukan berarti tidak sayang..
Jadi jangan buru-buru menuduh pria tidak menyukai Anda hanya karena dia punya watak yang sangat cuek..
3: PRIA TAK BISA MEMBACA PIKIRAN..
Kebiasaan wanita yang punya masalah dengan pasangannya adalah diam saja..
Mereka berharap agar pria paham dengan sendirinya atas kesalahan yang dilakukan..
Padahal semua pria pasti tidak bisa membaca pikiran,Jadi percuma saja jika wanita diam, masalah pasti tidak akan terselesaikan..
Beberapa wanita mungkin tahu tentang ketiga hal tersebut tentang pria, namun pura-pura tidak menyadarinya..
Sabtu, 06 April 2013
32 Dosa Suami Kepada Istri Dan 26 Dosa Istri Kepada Suami
26 Dosa Istri Kepada Suami:
1. berlebihan dan menuntut kesempurnaan
2. kurang memperhatikan orang tua suami
3. kurang mempercantikkan diri di hadapan suami
4. banyak berkeluh kesah dan kurang bersyukur
5. mengungkit ungkit kebaikan kepada suami
6. menyebarkan masalah rumahtangga kepada orang lain
7. kurang memperhatikan posisi dan status sosial suami
8. kurang membantu suami dalam kebajikan dan ketakwaan
9. membebani suami dengan banyak tuntutan
10. membuat suami risau dengan banyak menjalin hubungan
11. bersikap nusyuz terhadap suami
12. menolak ajakan suami berhubungan badan
13. lalai dalam melayani suami
14. memasukkan orang yang tidak diizinkan suami de dalam rumahnya
15. keluar dari rumah tanpa izin suami
16. menaati suami dalam kemaksiatan kepada Allah swt
17. cemburu berlebihan terhadap suami
18. buruknya perilaku isteri bila suami berpoligami
19. lalai dalam mendidik anak-anak
20. kurang perhatian terhadap keadaan dan perasaan suami
21. menyebarluaskan rahasia tempat tidur
22. isteri mendeskripsikan seorang perempuan kepada suami
23. menggugat kepimpinan suami
24. isteri yang ikhtilah dan tabarruj di hadapan kaum laki-laki
25. kurang setia terhadap suami
26. kurangnya ketakwaan kepada Allah setelah berpisah dari suami
Dosa suami kepada Istri
1. Lalai Berbakti kepada orang tua setelah menikah
2. Kurang serius dalam mengharmonisasikan antara istri dan orang tua
3. Ragu dan buruk sangka kepada istri
4. Kurang memiliki sikap cemburu terhadap istri
5. Meremehkan kedudukan istri
6. Melepaskan kendali kepemimpinan dan menyerahkannya kepada istri
7. Memakan Harta istri secara batil
8. Kurang semangat dalam mengajari istri ajaran-ajaran agamanya
9. Bersikap pelit terhadap istri
10. Datang secara tiba-tiba setelah lama pergi
11. Banyak mencela dan mengkritik istri
12. Kurang berterima kasih dan memotivasi istri
13. Banyak bersengketa dengan istri
14. Lama memutus hubungan dan meninggalkan istri tanpa sebab yang jelas
15. Sering berada di luar rumah dan jarang bercengkrama dengan keluarga
16. Interaksi yang buruk dengan istri
17. Tidak menganggap penting berdandan untuk istri
18. Kurang perhatian terhadap Doa yang dituntun ketika menggauli istri
19. Kurang memperhatikan Etika, Hikmah dan Hukum hubungan badan
20. Menyebarkan rahasia ranjang
21. Tidak mengetahui kondisi biologis perempuan
22. Menggauli istri ketika haid
23. Menggauli istri pada duburnya
24. Memukul istri tanpa alasan
25, Kesalahan tujuan poligami
26. Tidak bersikap Adil antara beberapa istri
27. Terburu-buru dalam urusan Talak
28. Tidak mau mentalak, padahal sudah tdk mungkin ada perbaikan dan kecocokan
29. Mencela istri setelah berpisah dengannya
30. Menelantarkan anak-anak setelah mentalak istri
31. Kurang setia terhadap istri
32. Kurang puas dan selalu melirik perempuan lain
By : Hisab Pati Fiqh Munakahah, Wanita
1. berlebihan dan menuntut kesempurnaan
2. kurang memperhatikan orang tua suami
3. kurang mempercantikkan diri di hadapan suami
4. banyak berkeluh kesah dan kurang bersyukur
5. mengungkit ungkit kebaikan kepada suami
6. menyebarkan masalah rumahtangga kepada orang lain
7. kurang memperhatikan posisi dan status sosial suami
8. kurang membantu suami dalam kebajikan dan ketakwaan
9. membebani suami dengan banyak tuntutan
10. membuat suami risau dengan banyak menjalin hubungan
11. bersikap nusyuz terhadap suami
12. menolak ajakan suami berhubungan badan
13. lalai dalam melayani suami
14. memasukkan orang yang tidak diizinkan suami de dalam rumahnya
15. keluar dari rumah tanpa izin suami
16. menaati suami dalam kemaksiatan kepada Allah swt
17. cemburu berlebihan terhadap suami
18. buruknya perilaku isteri bila suami berpoligami
19. lalai dalam mendidik anak-anak
20. kurang perhatian terhadap keadaan dan perasaan suami
21. menyebarluaskan rahasia tempat tidur
22. isteri mendeskripsikan seorang perempuan kepada suami
23. menggugat kepimpinan suami
24. isteri yang ikhtilah dan tabarruj di hadapan kaum laki-laki
25. kurang setia terhadap suami
26. kurangnya ketakwaan kepada Allah setelah berpisah dari suami
Dosa suami kepada Istri
1. Lalai Berbakti kepada orang tua setelah menikah
2. Kurang serius dalam mengharmonisasikan antara istri dan orang tua
3. Ragu dan buruk sangka kepada istri
4. Kurang memiliki sikap cemburu terhadap istri
5. Meremehkan kedudukan istri
6. Melepaskan kendali kepemimpinan dan menyerahkannya kepada istri
7. Memakan Harta istri secara batil
8. Kurang semangat dalam mengajari istri ajaran-ajaran agamanya
9. Bersikap pelit terhadap istri
10. Datang secara tiba-tiba setelah lama pergi
11. Banyak mencela dan mengkritik istri
12. Kurang berterima kasih dan memotivasi istri
13. Banyak bersengketa dengan istri
14. Lama memutus hubungan dan meninggalkan istri tanpa sebab yang jelas
15. Sering berada di luar rumah dan jarang bercengkrama dengan keluarga
16. Interaksi yang buruk dengan istri
17. Tidak menganggap penting berdandan untuk istri
18. Kurang perhatian terhadap Doa yang dituntun ketika menggauli istri
19. Kurang memperhatikan Etika, Hikmah dan Hukum hubungan badan
20. Menyebarkan rahasia ranjang
21. Tidak mengetahui kondisi biologis perempuan
22. Menggauli istri ketika haid
23. Menggauli istri pada duburnya
24. Memukul istri tanpa alasan
25, Kesalahan tujuan poligami
26. Tidak bersikap Adil antara beberapa istri
27. Terburu-buru dalam urusan Talak
28. Tidak mau mentalak, padahal sudah tdk mungkin ada perbaikan dan kecocokan
29. Mencela istri setelah berpisah dengannya
30. Menelantarkan anak-anak setelah mentalak istri
31. Kurang setia terhadap istri
32. Kurang puas dan selalu melirik perempuan lain
By : Hisab Pati Fiqh Munakahah, Wanita
Minggu, 17 Maret 2013
........ of Love
Misal tidak sesuai harapan, angan, mimpi dan doa kita itu akan tetap merupakan bagian cerita yang terbaik
dalam hidup saya, tidak akan aku sesali semua itu tetapi yang pasti Tuhan akan
memberikan yang terbaik buat kita asal kita yakin dengan apa pilihan kita dan
berusaha semaksimal mungkin untuk apa yang ingin kita capai berdua :-)
I LOVE YOU N.I.S
I LOVE YOU N.I.S
Langganan:
Postingan (Atom)